Home Properti Mengenal Konsep Green Living pada Hunian dan 5 Prinsip Dasarnya

Mengenal Konsep Green Living pada Hunian dan 5 Prinsip Dasarnya

616
0
SHARE

Green living telah menjadi cara baru banyak orang melihat hunian. Selain sebagai rumah, kini banyak yang memandangnya juga sebagai bagian dari solusi lingkungan. Kalau Anda ingin menerapkannya, mengenal konsep green living pada hunian di sini mungkin bisa membantu.

Rumah dengan konsep green living, lebih dari hanya menanam pohon atau menggunakan tas recycle. Tetapi, konsep ini jadi upaya banyak orang agar hunian mereka lebih sehat, efisien, dan juga ramah lingkungan.

Terpikir untuk merenovasi hunian? Atau ingin membangun lebih awal? Pahami konsep yang sudah diterapkan di perumahan baru di Sawangan Depok Eco Town ini!

Mengenal Konsep Green Living pada Hunian

Green living menjadi filosofi hunian yang mengedepankan efisiensi dan kelestarian.

Pada arsitektur modern, sebutan lainnya adalah sustainable architecture atau desain bangunan yang meminimalkan dampak lingkungan.

Penerapannya dilakukan dengan cara menggunakan energi ramah lingkungan, pakai material terbarukan, ventilasi alami, dan juga integrasi dengan lingkungan sekitar.

Laman Sinar Mas Land, memotret penerapannya di Indonesia. Di sini, konsepnya muncul dalam bentuk rumah eco-house dengan optimalisasi pada cahaya dan udara alami.

Selain itu, ada juga penggunaan material lokal seperti bambu/kayu batu hingga sistem pengolahan limbah pada lokasi.

Prinsip Dasar Konsep Green Living di Hunian

Kalau Anda ingin menerapkannya, ada prinsip dasar yang harus dipegang agar masuk kategori ramah pada lingkungan dan berkelanjutan:

1. Efisiensi Energi

Rumah dengan green living, perancangannya selalu untuk menghemat energi. Bukan soal memasang panel surya belaka, tapi juga mengenai pencahayaan yang alami hingga memilih alat elektronik yang hemat daya.

Prinsip utamanya adalah pakai secukupnya dan hematlah sebanyak mungkin.

2. Pengelolaan Air yang Bijak

Air bersih makin lama makin langka. Maka dari itu, rumah ramah lingkungan biasanya punya sistem penampungan air hujan, penggunaan ulang air (seperti greywater dari cucian), dan sanitasi yang efisien.

Tujuannya jelas tentu jelas, yakni mengurangi pemborosan air dalam jangka panjang.

3. Material Ramah Lingkungan

Material rumah itu bisa berkontribusi besar pada jejak karbon, utamanya dari bahan bangunan.

Nah, salah satu prinsip green living yakni mendorong penggunaan material lokal, daur ulang, atau yang mudah terurai.

Kalau ingin menerapkannya, gunakanlah material seperti bambu, batu alam, bata ekspos, atau kayu bersertifikasi.

4. Kualitas Udara dan Cahaya Alami

Kedua hal ini menjadi prinsip karena berpengaruh pada kesehatan penghuninya. Selain soal kenyamanan, rumah yang memaksimalkan keduanya akan membantu mengurangi kelembaban hingga memperbaiki kualitas udara secara alami.

5. Minimalkan Limbah dan Polusi

Terakhir, green living juga berarti tanggung jawab pada limbah rumah tangga. Anda bisa memulainya dari memilah sampah hingga mengurangi pemakaian plastik sekali pakai.

Prinsip-prinsip green living di atas ini penting Anda pahami jika ingin menerapkannya. Tapi jika ingin mendapatkan hunian yang praktis dan sudah menerapkan seluruh prinsip di atas, bisa pilih perumahan baru di Sawangan Depok Eco Town!