Home Kesehatan Ketahui Gejala Sepsis Sebelum Terlambat

Ketahui Gejala Sepsis Sebelum Terlambat

387
0
SHARE

Sepsis merupakan kondisi serius yang terjadi akibat respon tubuh terhadap infeksi yang berlebihan sehingga merusak jaringan dan organ vital. Kasus ini sering kali berawal dari infeksi yang tidak tertangani dengan baik, seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, atau luka yang terkontaminasi. Penanganan biasanya memerlukan fasilitas medis khusus yang tersedia di beberapa rumah sakit. Penangan intensif perlu dilakukan sesegera mungkin untuk meningkatkan persentase kesembuhan pasien.

Sepsis beserta gejalanya dapat diketahui dari beberapa hal, yaitu:

  1. Demam tinggi atau suhu tubuh yang tidak stabil
    Salah satu tanda awal sepsis adalah perubahan suhu tubuh yang drastis. Penderita bisa mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius atau justru mengalami penurunan suhu tubuh hingga di bawah normal. Kedua kondisi ini menandakan tubuh sedang melawan infeksi secara agresif. Jika perubahan suhu tubuh disertai rasa menggigil atau keringat berlebihan, perlu diwaspadai sebagai gejala awal sepsis.

  2. Denyut jantung dan napas meningkat
    Saat sepsis terjadi, tubuh berusaha keras untuk melawan infeksi dengan meningkatkan pasokan oksigen ke jaringan. Akibatnya, detak jantung bisa meningkat lebih cepat dari biasanya dan laju pernapasan terasa lebih cepat atau sesak. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai reaksi normal akibat kelelahan, padahal bisa jadi tanda bahwa tubuh sedang dalam kondisi darurat.

  3. Kebingungan mental atau kesulitan konsentrasi
    Gejala lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan pada kesadaran mental. Orang yang mengalami sepsis dapat terlihat linglung, sulit berkonsentrasi, atau bahkan kehilangan orientasi. Hal ini terjadi karena suplai oksigen ke otak terganggu akibat respon tubuh terhadap infeksi. Gejala ini biasanya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan bertahap dan semakin memburuk seiring perkembangan sepsis.

  4. Kulit pucat, dingin, atau muncul bercak
    Sepsis juga dapat memengaruhi sirkulasi darah sehingga membuat kulit terlihat pucat, terasa dingin, atau bahkan muncul bercak keunguan. Gejala ini menandakan bahwa aliran darah ke jaringan perifer terganggu, yang bisa menjadi tanda awal syok septik. Kondisi kulit yang berubah ini harus diwaspadai karena menunjukkan tubuh tidak lagi mampu mendistribusikan darah dengan optimal.

  5. Penurunan produksi urine
    Gejala lain yang sering luput diperhatikan adalah menurunnya produksi urine. Hal ini terjadi karena ginjal mulai kesulitan bekerja akibat tekanan infeksi yang berat. Produksi urine yang berkurang drastis bisa menjadi indikator bahwa tubuh sudah dalam kondisi kritis. Perubahan ini sering kali muncul bersama dengan gejala lain seperti kelelahan ekstrem atau tekanan darah menurun.

Mengenali sepsis sejak awal sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Gejala seperti demam tinggi, denyut jantung cepat, kebingungan mental, perubahan pada kulit, hingga penurunan produksi urine tidak boleh diabaikan. Penanganan medis segera di rumah sakit dengan fasilitas lengkap dapat menyelamatkan nyawa. Penting untuk diingat bahwa sepsis bukanlah kondisi yang bisa ditunda penanganannya. 

Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada terhadap gejala awal sepsis dan segera mencari pertolongan medis. Untuk mendapatkan perawatan terbaik, termasuk pengawasan ketat dan penanganan darurat, intensive care unit Surabaya yang tersedia di RS Premier Surabaya siap memberikan pelayanan yang sesuai kebutuhan pasien.