Pernah mendengar tentang operasi batu empedu? Prosedur ini terbilang cukup sering dilakukan, mengingat angka kejadian batu empedu yang relatif tinggi di masyarakat. Tak sedikit yang beranggapan bahwa kondisi ini semata-mata disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan instan atau bercita rasa pedas tanpa diimbangi asupan cairan yang cukup.
Padahal, faktor risiko batu empedu jauh lebih kompleks dan melibatkan berbagai aspek, mulai dari pola makan tinggi lemak dan kolesterol, perubahan berat badan yang drastis, hingga faktor genetik dan gangguan metabolisme. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud batu empedu? Apa saja penyebabnya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!
Pengertian Batu Empedu
Melansir dari Alodokter, batu empedu merupakan endapan keras yang terbentuk di dalam kantong empedu akibat ketidakseimbangan komposisi cairan empedu, seperti kolesterol atau bilirubin di dalam tubuh. Pada kondisi tertentu, endapan ini dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri hebat di bagian perut kanan atas, mual, muntah, hingga komplikasi.
Secara umum, batu empedu bukan termasuk penyakit serius, bahkan sebagian penderita tidak mengetahui kalau tengah menderita kondisi ini. Namun, jika batu empedu mulai keluar dari kantung empedu dan menyumbat area lainnya di tubuh, maka perlu untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Penyebab Batu Empedu
Lantas, apa sebenarnya yang menjadi pemicu munculnya batu empedu? Yuk, cari tahu di kelanjutan artikel ini!
Munculnya batu empedu disebabkan oleh cairan empedu yang tidak mampu untuk melarutkan kolesterol berlebihan di dalam hati. Akibatnya, zat tersebut lalu mengendap di kantung empedu dan membentuk serpihan kecil, dan seiring waktu berubah menjadi batu empedu. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko batu empedu ini, antara lain:
- Obesitas,
- Faktor keturunan,
- Perubahan hormon,
- Pola makan tidak sehat,
- Berusia di atas 40 tahun,
- Riwayat penyakit tertentu,
- Penurunan berat badan drastis,
- Konsumsi obat penurun kolesterol.
Gejala Batu Empedu
Beberapa gejala yang akan dirasakan ketika mengalami batu empedu adalah sebagai berikut:
- Perut kembung atau penuh
- Nafsu makan berkurang
- Jantung berdebar cepat
- Keringat berlebihan
- Mual dan muntah
- Diare
Lantas, kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter? Segera periksakan diri jika mengalami nyeri perut hebat disertai dengan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Selain itu, bila dibarengi dengan mata menguning, menggigil, sampai demam bisa juga langsung memeriksakan diri ke dokter.
Supaya lebih mudah, Anda bisa melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit St. Carolus dengan layanannya laparoskopi batu empedu. Yuk, periksakan kondisi tubuh Anda!








